You Might Also Like

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, 1 April 2012

Aksi Kelompok Anti Islam Seluruh Eropa Hanya Dihadiri Ratusan Orang

Aktivis sayap kanan anti-Islam yang berjuang untuk membuang bayang-bayang pembunuhan massal yang dilakukan teroris Kristen Norwegia Anders Breivik berkumpul di Denmark pada hari Sabtu kemarin (31/3), namun berhadapan dengan aksi protes tandingan yang jauh lebih besar.

Aksi ini hanya dihadiri oleh beberapa ratus aktivis sayap kanan dari negara-negara Nordik yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Polandia dan negara Eropa lainnya untuk mencoba membentuk seluruh gerakan anti-Islam di Eropa.
Source:
Online, Online, Online, Online, Bisnis ,Bisnis ,Bisnis ,Bisnis ,Bisnis , busana, wanita , busana, wanita, busana, wanita, kesehatan, bisnis online, bisnis online, website, website, peluang usaha, tubuh, peluang usaha.

"Ada sekitar 150 atau 200 orang, tetapi saya memiliki kesan bahwa hanya sekitar 100 orang yang benar-benar mengambil bagian dalam aksi demonstrasi itu," kata seorang perwira polisi yang mengawasi aksi tersebut kepada AFP.

Polisi terpaksa turun tangan setelah beberapa pengunjuk rasa kontra meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa Arab dan berusaha menyerang demonstran sayap kanan.

"Ini adalah ulang tahun yang nyata (dari gerakan), di mana hal ini dimulai," kata Stephen Lennon, pendiri EDL, kepada wartawan di demonstrasi tersebut.

EDL (Liga Pertahanan Inggris) sendiri membantah memiliki link dengan teroris kristen Breivik dan menolak dicap sebagai ekstremis.

Kubu penetang mereka mengatakan kelompok-kelompok rasis yang berusaha mengeksploitasi ketegangan atas imigrasi di Eropa.

Sebuah aksi demonstrasi tandingan yang diselenggarakan oleh kelompok politik sayap kiri dan serikat buruh menarik massa sekitar 5.000 orang hanya beberapa blok jauhnya dari aksi kelompok sayap kanan, menurut perkiraan polisi.(fq/aby)


Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …

Salafi Jihadi Berusaha Jadikan Islam sebagai Pemersatu Melawan Rezim Assad

Pada saat kelompok-kelompok oposisi Suriah bertengkar atas politik di negara itu dan mengecam kekuatan dunia yang tidak mampu menghentikan pertumpahan darah warga sipil, kelompok Islam berusaha untuk menjadikan agama dasar pemersatu dari pemberontakan melawan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

"Untuk tahap pertama warga Suriah menyerukan kepada Barat dan NATO," kata ulama Muslim Libanon Syaikh Abu Abdullah Zahid kepada Reuters.

"Sekarang mereka menyerukan kembali ke Tuhan," ujarnya di sebuah perpustakaan, di mana bendera Islam menggantung di dindingnya.

Zahid adalah salah satu ulama Salafi jihadi yang mencari cara untuk menjadikan agama  Islam sebagai dasar pemersatu dalam melawan rezim Assad.

Dia menawarkan bendera Islamnya yang menggantung di belakangnya untuk rakyat yang bergabung dalam aksi protes anti-Assad di kampung halamannya di Tripoli Libanon.

"Awalnya tidak ada seorang pun selain mengibarkan bendera Suriah. Sekarang ada juga yang mengibarkan bendera Islam," kata Zahid.

Lebih dari 9.000 orang telah tewas dalam operasi keamanan pasukan Assad melawan kelompok anti-rezim.

Pihak berwenang Suriah sendiri menyalahkan kelompok "teroris" dan negara asing yang mendukung kelompok bersenjata atas maraknya aksi kekerasan, dengan mengatakan kelompok-kelompok itu telah menewaskan 2.000 tentara dan polisi.

Sulit untuk mengetahui apa dampak kelompok Salafi jihadi di Suriah, yang rezim Suriah sendiri telah membatasi akses kepada para wartawan.

Tapi di Libanon, ada tanda-tanda mereka mendapatkan pijakan, menurut laporan Reuters.

Dari kota pantai Tripoli ke kota-kota perbatasan di sepanjang kaki bukit berbatu Suriah, di mana pemberontak dan pengungsi menyeberangi perbatasan, kelompok Salafi jihadi muncul dalam jumlah yang lebih besar.

Ketika malam tiba di perbatasan, demonstran Suriah melakukan aksi membakar ban dan mengibarkan bendera kemerdekaan Suriah yang berwarna-warni.

Tapi pada saat api membesar dan malam semakin larut, sekelompok pria muda mulai mengibarkan bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid berwarna putih.

Kelompok Salafi jihadi mengatakan mereka tertarik dengan revolusi anti-Assad karena Islam mengatakan mereka harus membantu orang yang tertindas.

Tetapi beberapa aktivis Suriah yang berlindung di Libanon mengatakan para ulama Salafi tidak mewakili mereka tetapi mengambil alih aksi demo.

"Saya mencoba untuk berbicara dalam aksi protes dan beberapa syaikh muncul mengambil alih aksi," kata Musaab di Wadi Khaled, sebuah desa pertanian di perbatasan pegunungan dengan Suriah, kepada Reuters.

Tapi Salafi membantah klaim tersebut, mengatakan mereka membantu para pengungsi dan memasok banyak dokter serta menyediakan klinik yang mengobati warga Suriah yang terluka yang diselundupkan ke Libanon.

"Negara telah gagal dalam hal membantu warga Suriah tapi kami senang untuk membantu rakyat Suriah. Orang-orang yang datang ke sini untuk meminta bantuan dan mereka akan pergi dengan lebih banyak pemikiran tentang Islam," pungkas Zahid(fq/oi)

Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …


View the original article here

Saturday, 31 March 2012

Setelah Qaradhawi, 4 Ulama Dilarang Masuki Perancis untuk Hadiri Konferensi Islam

Perancis mengatakan bahwa pihaknya telah melarang empat ulama Muslim memasuki negara itu untuk menghadiri sebuah konferensi Islam, mengatakan mereka sering menyerukan pesan kebencian dan kekerasan yang hal itu bisa merusak prinsip-prinsip republik Perancis.

Perancis juga menyesalkan intelektual muslim Tariq Ramadan telah diundang untuk pertemuan Uni Organisasi Islam di Perancis (UOIF), sebuah pernyataan dari Menteri Luar Negeri Alain Juppe dan Menteri Dalam Negeri Claude Gueant mengatakan.

Akrima Sabri, Ayed Bin Abdullah al-Qarni, Safwat al-Hijazi dan Abdullah Basfar dilarang memasuki Perancis, sementara Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dan Mahmud al-Masri "memutuskan untuk tidak datang", laporan mengatakan.

Presiden Nicolas Sarkozy meminta untuk melarang para ulama tersebut menghadiri konferensi Islam yang berlangsung pada 6-9 April di Le Bourget di luar Paris, di latar belakangi pembunuhan di Toulouse yang dilakukan Mohammed Merah yang mengejutkan Perancis.

"Posisi orang ini dan pernyataan yang menyerukan kebencian dan kekerasan secara serius merusak prinsip-prinsip republik dan dalam konteks saat ini merupakan ancaman serius terhadap ketertiban umum", kata pernyataan Sarkozy.

"Kami juga menyesalkan bahwa UOIF telah mengundang Tariq Ramadan, seorang warga negara Swiss, yang posisi dan pernyataannya sering bertentangan dengan semangat republik, yang hal itu tidak melakukan pelayanan apapun untuk Muslim Perancis."(fq/aby)

Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …


View the original article here

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)