You Might Also Like

Showing posts with label Rezim. Show all posts
Showing posts with label Rezim. Show all posts

Monday, 2 April 2012

PM Irak Klaim Rezim Suriah Pimpinan Bashar Al-Assad Tidak Akan Jatuh

Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan jatuh dan upaya untuk menggulingkannya dengan paksa akan memperburuk krisis di kawasan itu, kata Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, Minggu kemarin (1/4).

"Sudah satu tahun dan rezim tidak jatuh, dan tidak akan jatuh, dan mengapa harus jatuh?" Kata Maliki dalam konferensi pers di Baghdad.

"Kami menolak setiap upaya untuk mempersenjatai (pemberontak Suriah) dan proses untuk menggulingkan rezim, karena ini akan meninggalkan krisis yang lebih besar di kawasan tersebut," tegas Maliki.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Kiport:
acara, olahraga, acara hiburan, bisnis

online, acara olahraga, acara hiburan, bisnis online, internet, online, bisnis online ,bisnis internet,

wanita, busana, online, acara olahraga, acara olah raga, pengalaman, pengalaman, acara hiburan, acara

hiburan bisnis internet, teknologi, wanita, murah bisnis, pengalaman.alhamdulillah.Semoga

Sukses.Aamin

--------------------------------------------------------------------------------------------

Pernyataannya adalah pernyataan Irak terkeras terkait krisis selama setahun di Suriah, dan merupakan serangan terhadap posisi negara-negara garis keras termasuk Qatar dan Arab Saudi yang berupaya mempersenjatai pemberontak dan telah menyerukan jatuhnya Assad.

Kedua negara Teluk (Arab Saudi dan Qatar) tersebut telah mengirim delegasi tingkat rendah ke KTT Arab di Baghdad, Kamispekan lalu , dalam apa yang oleh perdana menteri Qatar katakan sebagai "pesan" untuk Irak.

Tanpa menyebut mereka, Maliki mengatakan "sikap kedua negara itu sangat aneh. Mereka menyerukan untuk mengirimkan senjata bukan bekerja memadamkan aksi kekerasan, dan mereka akan mendengarkan suara kami, bahwa kami menentang upaya mempersenjatai pemberontak dan menolak campur tangan asing di Suriah."

"Kami menentang campur tangan beberapa negara dalam urusan di dalam negeri Suriah," tambah pemimpin Irak tersebut.

Dia berbicara pada saat delegasi dari puluhan negara Eropa, Arab dan lainnya bertemu di Istanbul untuk mempertimbangkan cara mendukung wakil-wakil oposisi Suriah dan untuk menerapkan tekanan pada rezim Assad.(fq/afp)


Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …

Sunday, 1 April 2012

Salafi Jihadi Berusaha Jadikan Islam sebagai Pemersatu Melawan Rezim Assad

Pada saat kelompok-kelompok oposisi Suriah bertengkar atas politik di negara itu dan mengecam kekuatan dunia yang tidak mampu menghentikan pertumpahan darah warga sipil, kelompok Islam berusaha untuk menjadikan agama dasar pemersatu dari pemberontakan melawan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

"Untuk tahap pertama warga Suriah menyerukan kepada Barat dan NATO," kata ulama Muslim Libanon Syaikh Abu Abdullah Zahid kepada Reuters.

"Sekarang mereka menyerukan kembali ke Tuhan," ujarnya di sebuah perpustakaan, di mana bendera Islam menggantung di dindingnya.

Zahid adalah salah satu ulama Salafi jihadi yang mencari cara untuk menjadikan agama  Islam sebagai dasar pemersatu dalam melawan rezim Assad.

Dia menawarkan bendera Islamnya yang menggantung di belakangnya untuk rakyat yang bergabung dalam aksi protes anti-Assad di kampung halamannya di Tripoli Libanon.

"Awalnya tidak ada seorang pun selain mengibarkan bendera Suriah. Sekarang ada juga yang mengibarkan bendera Islam," kata Zahid.

Lebih dari 9.000 orang telah tewas dalam operasi keamanan pasukan Assad melawan kelompok anti-rezim.

Pihak berwenang Suriah sendiri menyalahkan kelompok "teroris" dan negara asing yang mendukung kelompok bersenjata atas maraknya aksi kekerasan, dengan mengatakan kelompok-kelompok itu telah menewaskan 2.000 tentara dan polisi.

Sulit untuk mengetahui apa dampak kelompok Salafi jihadi di Suriah, yang rezim Suriah sendiri telah membatasi akses kepada para wartawan.

Tapi di Libanon, ada tanda-tanda mereka mendapatkan pijakan, menurut laporan Reuters.

Dari kota pantai Tripoli ke kota-kota perbatasan di sepanjang kaki bukit berbatu Suriah, di mana pemberontak dan pengungsi menyeberangi perbatasan, kelompok Salafi jihadi muncul dalam jumlah yang lebih besar.

Ketika malam tiba di perbatasan, demonstran Suriah melakukan aksi membakar ban dan mengibarkan bendera kemerdekaan Suriah yang berwarna-warni.

Tapi pada saat api membesar dan malam semakin larut, sekelompok pria muda mulai mengibarkan bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid berwarna putih.

Kelompok Salafi jihadi mengatakan mereka tertarik dengan revolusi anti-Assad karena Islam mengatakan mereka harus membantu orang yang tertindas.

Tetapi beberapa aktivis Suriah yang berlindung di Libanon mengatakan para ulama Salafi tidak mewakili mereka tetapi mengambil alih aksi demo.

"Saya mencoba untuk berbicara dalam aksi protes dan beberapa syaikh muncul mengambil alih aksi," kata Musaab di Wadi Khaled, sebuah desa pertanian di perbatasan pegunungan dengan Suriah, kepada Reuters.

Tapi Salafi membantah klaim tersebut, mengatakan mereka membantu para pengungsi dan memasok banyak dokter serta menyediakan klinik yang mengobati warga Suriah yang terluka yang diselundupkan ke Libanon.

"Negara telah gagal dalam hal membantu warga Suriah tapi kami senang untuk membantu rakyat Suriah. Orang-orang yang datang ke sini untuk meminta bantuan dan mereka akan pergi dengan lebih banyak pemikiran tentang Islam," pungkas Zahid(fq/oi)

Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …


View the original article here

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)