Buntut penahanan seorang pria Kuwait yang melakukan penghinaan terhadap nabi Muhammad lewat komentarnya di situs jejaring sosial Twitter, para aktivis Islam dan anggota parlemen menggelar aksi mengecam aksi pria tersebut.
Aksi mengecam itu digelar Rabu malam lalu oleh para aktivis dan anggota parlemen beberapa hari setelah pihak berwenang menahan seorang pria Syiah yang telah membuat komentar pada situs mikro-blogging Twitter yang menghina nabi Muhammad, istrinya Aisyah dan beberapa sahabat Nabi.
Tidak sampai disitu, para aktivis sebagai bentuk kecaman mereka atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad, istri dan sahabatnya, yang dilakukan oleh pria Syiah Kuwait tersebut juga melakukan aksi bakar bendera negara Iran, yang merupakan negara penganut Syiah terbesar.
Terkait adanya aksi pembakaran bendera Iran dalam aksi mengecam penghinaan kepada nabi Muhammad, istri dan sahabatnya, pemerintah Kuwait mengutuk aksi yang dilakukan para aktivis.
Seorang pejabat kementerian luar negeri menyatakan penolakan dan kecamannya terkait adanya pembakaran bendera Iran dan menyebutnya tindakan yang tidak bertanggung jawab," lapor kantor berita KUNA.
Pernyataan itu mengatakan tindakan pembakaran bendera Iran dianggap sebagai pelanggaran hukum dan norma-norma dan sangat merusak hubungan antara Kuwait dan negara tetangganya Iran.(fq/afp)
Jakarta Islamic School (JISc) telah berdiri sejak Mei 2003, dan saat ini menerima murid mulai dari pre-school (PG dan TK), primary (SD), secondary (SMP) dan high school levels (SMA). JISc menawarkan …
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 comments:
Post a Comment